Bonus 37: Garis Akhir

2330 Kata

"Wah ... tangannya kecil sekali adik bayi, Mama." "Kayak ceker ayam yang suka kita makan, ya, Mars?" Angkasa haha-hihi seraya menowel-nowel jemari mungil bayi merah di sisi mamanya. Kebetulan sarung tangan bayinya belum dipasang. "Dulu kalian lebih kecil lagi, lho," timpal Venus. Eh, Mars kena mental. "Masa, sih?" "Sekecil apa, Ma?" Bumi ikut nimbrung di sana. Ketiga bocah itu mengerumuni adik bayi mereka, tentu dengan penjagaan ketat dari Gempa dan Venus, namanya juga bocah, kan, mana tahu diunyel-unyel secara tak wajar. "Jangan terlalu dekat, Aca. Kasihan adik bayinya lagi bobok," tegur Gempa, melihat Angkasa yang kiat merapat saja. Angkasa menoleh. "Aca mau sun adik bayinya, Papa. Gemas!" "Ssst. Udah, udah, nanti lagi lihat adik bayinya kalau udah bangun aja." So, mereka pun di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN