11. Pagi Memalukan

1415 Kata

Keesokan paginya, suasana dapur terasa kembali seperti biasanya. Elisa mendapati Wira sudah berdiri di sana, tapi bukan Wira yang biasa dia lihat. Pria itu mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung rapi hingga ke siku, membentuk lengan yang berotot, dan celana kain hitam yang jatuh sempurna. Penampilannya rapi, terstruktur, hampir asing. Berbeda dengan dirinya yang masih mengenakan pakaian santai sebelum bersiap untuk kerja. "Tumben kamu sudah rapi?" tanya Elisa, tak bisa menyembunyikan keheranannya. Biasanya, Wira masih akan terlihat dengan rambut acak-acakan dan kaus oblong. Santai tapi membuatnya gemas. "Ada urusan kerja pagi ini," sahut Wira tanpa menoleh, konsentrasi penuh pada cangkir kopi yang sedang diisi. Suaranya terdengar lebih formal. "Oh." Wira berbalik, memba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN