58~Bukan Cinderella

1612 Kata

Tidak ada lagi yang diragukan Reno, setelah Fathiya memberi restu. Dengan segera, ia menghubungi Willy dan membuat pria itu sibuk mengurus permintaan Reno. Reno membutuhkan satu kamar hotel dengan tipe president suite, dengan dekorasi elegan minimalis untuk ijab kabulnya. Tidak mau menunggu lama-lama dan tidak mau memusingkan protes Maria. Masalah satu itu, biarlah Reno lempar pada Dewa. “Ab—” “Bapak sama ibumu ada, kan?” sela Reno ketika Lita sedang membuka gembok pagar. “Ada, tapi kenapa ke sini malem banget?” Lita menggeser pagar dengan bantuan Reno. Jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul sembilan, tetapi Reno baru datang ke rumahnya “Belum tidur, kan?” “Udah di kamar, sih.” Lita mengusap tengkuknya sembari mengendik. “Nggak tahu. Kenapa memangnya?” “Bisa tolong panggilkan?” “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN