Pagi itu, di lantai eksekutif Ludwig Automotive yang diselimuti kemewahan dingin, Hayes Ludwig meluncurkan serangan finansial yang telah ia rencanakan dengan presisi seorang ahli bedah. Serangan itu terarah, brutal, dan tak terhindarkan, menyasar titik likuiditas terlemah Sterling Motors di pasar Asia. Gelombang kejutnya langsung terasa: teriakan para broker dan laporan kerugian besar yang menimpa Miles Sterling memenuhi udara. Tujuannya bukan hanya memenangkan akuisisi logistik yang bernilai miliaran, tetapi menghancurkan musuh yang berani mengusik kebahagiaannya yang baru ditemukan, Luna. Namun, di tengah hiruk pikuk kemenangan bisnis, pikiran Hayes tidak sepenuhnya berada di papan strategi. Semakin ia menekan Miles Sterling, semakin Miles mencium bau busuk dan semakin dalam Hayes dit

