61. Cium Aku Lagi

1288 Kata

Pembicaraan di meja makan akhirnya ditutup dengan satu kesimpulan yang disepakati bersama bahwa Aruby kurang enak badan karena angin laut semalam. Dan setidaknya, itu cukup membuat Aruby merasa sedikit lebih lega, seolah ia baru saja lolos dari satu jerat tanpa perlu menjelaskan apa pun. Hari itu, mereka sepakat mengunjungi deretan penjual cendera mata yang letaknya tak jauh dari resort pribadi milik Kairav. Tempat tersebut merupakan destinasi wisata umum di sekitar pantai, cukup ramai—terlebih karena bertepatan dengan hari Minggu. Begitu tiba, mereka mulai berpencar, sibuk berburu aksesori dan oleh-oleh masing-masing. Termasuk Aruby. Ia sedang menelusuri deretan gelang di salah satu kios kecil ketika tiba-tiba seseorang menarik tangannya. Tarikan itu cepat, mantap, lalu membawanya ke si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN