“Wuiihhh ada gila-gilanya juga tuh tantangan.” Baskara tertawa puas, diikuti oleh yang lain. “Tapi ini bukan sekedar tantangan.” Garvi mendaratkan lengannya di bahu Baskara. Alisnya naik-turun menyebalkan. “Harga diri,” timpal Baskara tak kalah resek. Dan semuanya kembali tertawa, tentu saja terkecuali seorang Jefano Lingga. Ia terdiam. Dadanya naik turun pelan. Matanya sempat melirik kaleng bir di dekat kakinya. Sebuah opsi aman dan jalan keluar termudah. Tapi ia tahu, begitu tangannya menyentuh kaleng itu dan Kairav nyebur ke laut, label pengecut akan menempel tanpa ampun. Lalu matanya beralih ke Shaila. Gadis itu duduk tenang. Sesekali tertawa ketika menanggapi tingkah atau celotehan lucu teman-temannya. Bagaimana kalau ia gadis itu tidak terima dan marah? Bagaimana kalau momen

