13. Jadi, Lo Nggak Cemburu?

1817 Kata

Setelah pagi yang gerimis, cahaya matahari mulai menyelinap dari balik tirai tipis jendela ruang kuliah, membias di permukaan meja-meja panjang yang mulai berantakan. Pantulan cahayanya membuat sisa embun di luar kaca berkilat sebentar sebelum menguap bersama udara siang yang mulai naik. Kelas Bu Eva baru saja usai. Suara langkah kaki dan obrolan kecil memenuhi ruangan. Beberapa mahasiswa mulai beranjak, beberapa lagi masih membereskan barang-barangnya termasuk Aruby. Ia baru saja menutup laptopnya ketika bayangan seseorang menunduk ke arahnya. Benar, tak lain dan tak bukan adalah Sandira. Tatapannya gadis itu menyipit, seperti baru saja menemukan potongan gosip paling berharga minggu ini. “By! Gue nggak salah liat tadi pagi, kan? Itu Kairav Mahasagara nggandeng tangan lo masuk ke kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN