BUTUH WAKTU

1115 Kata

“Jika kau mau, aku akan temani. Kau ada di bawah tanganku, jadi aman,” tawar Arvel. Raut kaget menghiasi wajah cantik Maurena. Memastikan jika telinganya tidak salah mendengar, wanita itu sampai mengesampingkan rambut panjangnya. “Tadi … tadi kau bilang apa?” “Aku mau menemanimu menemui Mathew, Maurena. Jangan terlalu pede, ini semua aku lakukan untuk kedamaian hidup Mathew yang notabenya sahabatku. Jadi, kapan kau mau meluangkan waktu? Atau sekarang saja? Hari ini dia tidak ke kantor, otomatis ada di rumah.” “Eh?” Tubuh tegap Mathew merunduk, mendekatkan wajahnya ke arah Maurena. Susah sekali memang bicara baik-baik dengan manusia modelan Maurena. Baik salah, kasar lebih salah. Jarak wajah keduanya yang sangat dekat membuat Maurena salah tingkah. Saking salah tingkahnya dia ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN