Bab 117

1787 Kata

Sarah berdiri di depan ruang UGD dengan tubuh gemetar hebat. Tangannya saling meremas satu sama lain, keringat dingin membasahi pelipisnya, sementara air mata tak berhenti mengalir. Setiap detik terasa begitu panjang dan menyesakkan, suara monitor medis yang samar-samar terdengar dari balik pintu hanya menambah kegelisahannya. Ia menatap pintu itu dengan mata sembab, jantungnya berdetak cepat hingga hampir meledak. Bayangan Kavindra terbaring lemah dengan kaki penuh darah terus menghantui pikirannya. Tadi, ketika ia memeluk tubuh suaminya yang semakin pucat, ia merasa seperti dunia akan runtuh jika harus benar-benar kehilangan pria itu. “Ya Tuhan…” bisiknya lirih, suaranya tercekat di tenggorokan. “Tolong selamatkan dia. Jangan ambil dia dariku. Aku… aku tidak bisa hidup tanpa dia.” Lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN