Bab 119

2699 Kata

Raisa akhirnya tidak tahan mendengar tangis Alvano yang tidak kunjung reda. Malam itu ia menggendong cucu kecilnya, mengenakan jaket tipis lalu memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Ia tahu, bayi itu merindukan kehangatan ibunya. Saat memasuki lorong rumah sakit, suara tangisan Alvano terdengar jelas, membuat beberapa perawat yang lewat ikut menoleh penuh iba. Raisa masuk ke ruang perawatan Sarah dengan wajah letih. “Sarah, Mama bawa Alvano ke sini. Dia tidak mau diam di rumah, terus saja menangis. Mungkin dia merindukanmu,” ucap Raisa pelan sambil menyerahkan bayi itu ke pelukan menantunya. Sarah yang masih berbaring dengan wajah pucat langsung mendekap erat Alvano. Air mata menetes dari sudut matanya. “Maafkan Mama, Nak… Mama tidak ada di sampingmu. Kamu pasti bingung ya, kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN