Dua hari penuh rumah besar itu terasa asing bagi Sarah. Bukan karena sepi, melainkan karena terlalu ramai oleh kehadiran seseorang yang biasanya lebih sering sibuk dengan kantor dan rapat-rapat pentingnya. Dua hari terakhir, Kavindra sama sekali tidak muncul di perusahaan, tidak menghadiri pertemuan dengan klien, bahkan menolak rapat besar yang biasanya tak mungkin ia lewatkan. Lelaki itu justru menghabiskan waktunya mengikuti ke mana pun Sarah pergi, seakan bayangan yang tak bisa dilepaskan. Pagi pertama, Sarah berniat pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Biasanya ia cukup meminta pelayan atau supir, tapi kali ini ia ingin keluar sebentar untuk menghirup udara segar. Namun saat ia baru membuka pintu depan, langkahnya terhenti ketika melihat Kavindra sudah berdiri di

