Zalina akhirnya makan malam bersama dengan keluarga David di sini. Masih ada rasa yang mengganjal dalam hatinya, dia takut David akan semakin marah dengan dirinya. Apalagi tadi dia seolah mengusir pria itu ketika sedang akan memakai baju. "Ayo makan bersama," ajak Visa kepada anak dan menantunya. Zalina dengan canggung akhirnya duduk di dekat David. Melihat ekspresi wajah pria itu yang biasa saja membuat dia jadi lebih tenang. Padahal dirinya tadi sudah hampir gemetaran setengah mati. "Masakan mamah memang sangat enak," puji David yang melihat hidangan yang dibuat oleh ibunya. Farhan melihat kearah menantunya. "Kamu sudah tahu masakan kesukaan David bukan?" "Iya, saya sedikit tahu," jawab Zalina sambil melirik kearah David, dia memperhatikan pria itu karena rasa bersalahnya. "I

