"Ayah belum datang juga," gumam Zalina yang masih menyadarkan kepala kepada David. Rasanya memang nyaman ketika dia bersama dengan David. "Sebentar lagi, kita tunggu saja." David hanya mengatakan itu kepada Zalina sambil menenangkan wanita itu. Walaupun sebenarnya dia merasa heran karena Lukman Sanjaya belum juga sampai di sini. Hingga tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu. Zalina yang tadinya menyadarkan kepalanya, kini menjauhkan dirinya dari David. "Masuk!" ujar Zalina. Pintu terbuka dan Lukman datang dengan santai. Dia memilih untuk duduk di sofa yang ada David dengan Zalina. Ekspresi wajahnya memang lebih tenang karena Lukman sebelum datang ke sini, dia sudah lebih dulu menemui David. "Kalian berdua sudah lebih dulu berdiskusi?" tanya Lukman. "Belum ayah. Kita sedang

