Bab 41. Laporan Selesai

1324 Kata

Julian mematung di depan wastafel. Selembar foto hitam putih itu seolah memancarkan daya kejut yang lebih dahsyat daripada ledakan artileri mana pun yang pernah ia dengar di medan latihan. Jantungnya berdentum hebat, menghantam rongga dadanya dengan ritme yang tidak beraturan. Jemarinya perlahan menyentuh tepian kertas foto itu, ragu, seolah takut benda itu akan hancur jika ia menekannya terlalu keras. Pasukan tambahan sudah mendarat... Kata-kata itu terngiang di kepalanya, memicu rasa hangat yang menjalar dari ujung kaki hingga ke dadanya. Julian tidak membasuh wajahnya. Ia tidak butuh air dingin untuk sadar. Ia justru merasa sangat hidup, sangat terjaga, dan sangat... bahagia. Julian berbalik dengan langkah lebar, hampir berlari keluar dari kamar mandi. Di dapur yang diterangi cahaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN