Matahari Jakarta sudah merayap tinggi, menembus celah gorden kamar mewah di lantai dua rumah megah milik Julian. Pria itu mengerang pelan, tangannya secara refleks meraba sisi tempat tidur di sampingnya. Dingin. Kosong. Mata sang Kapten langsung terbuka sempurna. Insting militernya membuatnya duduk tegak dalam sekejap. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi. Setahun di Shanghai, ia tidak pernah mendapati sisi ranjangnya kosong secepat ini. Biasanya, ialah yang bangun lebih dulu untuk push-up, sementara Milea masih bergelung dengan mimpinya. Julian bangkit, hanya mengenakan celana training hitam tanpa atasan, memamerkan otot punggung dan bekas luka latihan yang membekas di kulitnya. Ia melangkah keluar kamar, menuruni tangga dengan langkah tanpa suara yang sudah menj

