“Apakah sudah jadi? Apakah benihku sudah tumbuh di sini?” Milea tanpa sadar meletakkan telapak tangannya di atas perutnya sendiri. Di bawah kain kebaya yang dingin. “Baru tadi malam, Julian. Mana mungkin secepatnya," batin Milea sambil mengusap isi yang masih rata. Ia teringat siklusnya yang baru saja selesai beberapa hari yang lalu, berarti saat ini adalah masa suburnya. Jantungnya berdegup lebih kencang. Jika benar ada kehidupan yang mulai tertanam di sana akibat hukuman semalam, maka wisuda ini adalah awal dari takdir baru mereka. Acara sudah dimulai. Pidato panjang dari Rektor tentang persahabatan antarnegara mulai membuat suasana aula terasa agak membosankan. Kemudian dilanjutkan acara pemindahan kuncir toga berlangsung khidmat. Satu per satu wisudawan naik ke podium, namun fokus M

