ISJD JILID II (68)

1415 Kata

Ini hari yang menyenangkan. Tiba lah saat di mana Rahee pulang ke kediaman. Perutnya buncit sempurna, kali ini ukurannya normal, lebih kecil dari bulan lalu ketika hamil Sakha, Abi, maupun Leon. Oh, tentu. Hasil USG menunjukkan hanya ada satu di dalam. Si Bungsu yang sudah Mr. Altarik berikan namanya: bocil. "Cil laper, Pa." Itu Rahee yang merengek, mengatasnamakan janinnya. Altarik yang tengah mengedit naskah orang pun menjeda kegiatannya. "Bu Beti nggak masak, Ma?" "Cil maunya dimasakin Papa." Bibir Rahee mengerucut. Altarik cubit pipi gembulnya. Selalu saja ... begitu hamil, maka otomatis timbangan Rahee akan naik dan pipinya pun mengembang seperti d**a. Uhm. "Ceplok telor aja, ya." "Dadar gulung maunya." Altarik pun bangkit selepas menutup laptopnya. Dia ngeluyur ke dapu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN