"Itu ... mereka ... apa maksudnya?" Rahee menarik tangan Mr. Altarik hingga tiba di kamar. Mempertanyakan kepulangan sosoknya dari kantor setelah bulan-bulan kemarin hadiri acara lamaran Jaelani yang malam di akhir-akhir ininya menolak ajakan bercinta dari Rahee, lalu sore ini membawa dua wanita ke rumah. Oh, apakah lelaki ini bercanda?! Perempuan di luar cantik-cantik soalnya. Yang satu paruh baya, satunya nampak masih gadis, sepertinya sebaya. Ya, seusia dengan Rahee. Jika perlu diingatkan, setelah dihitung-hitung, dua kali Mr. Altarik menolak nananina dengannya. Jujur, agaknya Rahee kecewa. Dan kehadiran dua perempuan di kediamannya membuat kekecewaan Rahee bermetamorfosis menjadi amarah. "Mereka siapa, hm?" tanya Rahee lagi sebab Mr. Altarik masih bungkam, walau tatapan tepat ja

