Jaelani: Ada yang masih melek? Chandra: Di kalian hujan gak? Samudra: Hadir. Banyu: Hujan. Jaelani: Jae mau curhat. Altarik: Abang melek, tapi sedang sibuk. Iya, sibuk. Altarik sangat sibuk, malam itu ... dia simpan ponselnya dan lanjut menggerayangi Rahee setelah sebelumnya men-silent-kan ponsel sekaligus membalas chat terakhir di grup kesebelasan. Oh, Altarik sibuk sekali. Dia bermetamorfosis menjadi bayi, meneliti wajah Rahee yang bibirnya mendesiskan suara hasil dari kenikmatan hakiki, Altarik lanjutkan kegiatannya hingga pada tahap menghisap bak lintah darat. "Iya ... di situ." Rahee melirih. Desah resahnya bersahutan dengan deru napas memberat. Memang Mr. Altarik paham betul bagian mana yang perlu dimesrai, dengan cara apa dan bagaimana keintiman itu merajai. Ya a

