Sakha: Maaf, jangan ngambek terus dong, Adinda. Naya: Bodo, ah! Kakanda nyebelin. "Huanjay marijay! Kakanda - Adinda, cui, panggilan sayangnya!" Erlang porak-poranda. "Berdiri semua bulu kuduk aing, Ya Rab!" imbuh Bimo sambil memeluk diri sendiri. Mereka tengah mengeksplorasi isi ponsel Sakha yang orangnya sedang pamit ke toilet, nitip tas, isinya HP, lalu kena julid lagi deh. Mamam! Yang mana baru mereka berempat di sana, satunya Ego yang sedang rebahan di karpet masjid sambil main game. "Nih, dengerin." Erlang memberi aba-aba tepat di saat Airin dan Windi hadir di sana. "Kata Sakha: kalo Adinda masih ngambek ya udah lah aku nggak mau makan, biarin aja entar aku sakit." Erlang menahan tawa sebelum lanjut berujar, "Apa hubungannya, sayton nirojim?" Dia geram. "Kayak yang pe
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


