"Coba ngaku di sini siapa yang belum pernah punya utang!" Hal paling sensitif bagi setiap manusia disinggung pada kali ini, yakni utang-piutang. Setelah nyaris semua remaja di kampung itu duduk melingkar dengan pola 'U', guru ngaji memulai diskusi. Kali ini bukan Pak Dimas. Melainkan Bu Latita, kepanjangannya Latifatul Taeyeoningtiyas. Makanya, Bimo anteng. Cantik soalnya. "Saya, Bu!" Dan hanya putra dari Samudra Harta Wijaya yang mengacungkan tangannya di sana. Mengaku sebagai makhluk Tuhan yang paling bersih dari utang. "Ah ... Kinan, sama sekali belum pernah pinjam uang atau sesuatu?" "Alhamdulillah belum, Bu." Semua teman-teman refleks menyoraki Kinan. Di tempatnya bibir Kinan komat-kamit menjelaskan bahwa dia itu ... "Serius, woi! Seringnya ngasih pinjaman, bukan jadi si pem

