ISJD JILID II (57)

1087 Kata

Raya: Abang. Sambil menunggu momen Bang Al dan istrinya berbaikan, Jae sibuk berbucin-bucin ria dengan calon masa depannya, dia duduk di ruang keluarga rumah utama, ada Bang Al yang menonton TV dengan nelangsa. Menghela dan menarik napas berat seakan beban sejuta umat ada di pundaknya. Alah, persetan dengan Bang Al! Mari kita fokus pada Jaelani dan Raya. Hari itu ... di pagi menjelang siang ini, di sebuah ruang chat bertabur kata-kata asmara. Jaelani: Iya Adek? Oh, sebutannya sudah berbeda. Semula 'Ray', jadi 'Adek.' Ehm. Sayang, belum dibalas. Jae ulangi dengan kirimkan pesan: Kenapa, Dek? Uh, maafkan manusia-manusia bucin itu. Yang semula sempat menolak kehadiran salah satunya. Raya: Nggak. Btw, aku cuma ngabsen aja kok. Calon imam aku hadir ternyata :) Raya: Udah, itu aja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN