Saat ini mereka sedang sholat magrib berjamaah dan setelah itu mereka akan berbaque bersama di pondokan yang berada dibawah. Yang menjadi imam sholat magrib ini adalah Handaru, Kiran merasa sangat senang karena ia merasa jika ia tidak salah jatuh cinta dengan suaminya yang ternyata serba bisa ini. Handaru bukan hanya cerdas dan tegas tapi ia juga memiliki sisi positif yang lainnya yang membuatnya sangat mudah mencintai Handaru. Setelah selesai sholat Kiran melangkahkan kakinya menuju kamarnya bersama Handaru. Keduanya saling menatap lalu tersenyum, Kiran melepaskan mukenanya dan ia memeluk Handaru dengan erat. "Sampai kapan mau pelukan seperti ini?" Tanya Handaru sendu. "Hmmm...sampai lapar mau makan, Mas," ucap Kiran. Ia merasa sangat hangat jika berada didalam pelukkan Handaru laksa

