Handaru menatap pintu kamar Kiran dan ia mengerutkan dahinya, karena Kiran sangat keras kepala sama seperti dirinya. Jika ia tidak mengalah dan menunggu Kiran pulang, Kiran tidak akan menghubunginya. Kiran merasa ia bisa mandiri tanpa pertolongan siapapun dan sikapnya ini membuat Handaru kesal. Handaru ingin Kiran bergantung padanya, namun ternyata Kiran tetap keras kepala hingga mengacuhkannya dan tidak menghiraukan keberadaan dirinya. Handaru membaringkan tubuhnya disofa, ia memejamkan matanya dan mencoba untuk terlelap. Satu jam berlalu Kiran tidak bisa tidur karena ia merasa gelisa dan tidak enak karena telah tidur diranjang Handaru dengan nyaman, tapi Handaru tidur disofa yang berada diluar kamar. Kiran mengambil selimut dan ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Ia mendek

