Jantung Lifia berdetak dengan kencang, apalagi saat ini, sosok Ronal dan Altaf datang menghampirinya. Keduanya tersenyum melihatnya yang saat ini duduk diatas sofa, sambil menunggu acara yang sebentar lagi akan dimulai. "Calon suaminya kamu sudah datang, Dek," ucap Ronal. "Iii...iya Mas," ucap Lifia gugup. "Kenapa gugup sekali?" Tanya Ronal. "Biasa Mas sudah nggak sabaran dia jadi istri Ma Def," goda Altaf. "Nyebelin banget sih..." ucap Lifia. Kiran menatap Lifia dengan sendu dan entah mengapa ia merasa ingin menangis sat ini juga. Dulu ketika kecil Lifia selalu saja menempel kepadanya dan meminta untuk tidur sekamar dengannya, hingga membuat Altaf kesal dan ia akhirnya mengajak Kana untuk tidur bersamanya. "Udah gede gini kita akhirnya pisah semua ya," lirih Kiran membuat Kana merang

