Sandra sangat kesal dengan sosok Marco yang pandai sekali membolak-balik perasaannya. Ia sangat marah kecewa dan kesal pada Marco yang mengucapkan kalimat yang membuatnya meneteskan air matanya karena khawatir. Apalagi tadi Marco sempat tidak membuka matanya dan itu membuatnya merasa hidupnya tidak berarti jika Marco tidak ada lagi. Ia kesal dengan perasaannya yang ternyata tetap saja tidak bisa berpaling dari Ayah anaknya ini. Beberapa tahun ini ia mencoba untuk melupakannya dan menghapus segala kenangan manis bersama Marco namun si brengseeek ini tetap saja telah mengambil hatinya. Dulu Marco memperlakukannya seperti seorang adik, meskipun saat ini ia kesal dan menolak menjadi adik seorang Marco. Namun kedekatannya dengan Marco saat itu sangatlah manis dan bahkan Marco selalu menunjuk

