Persaudaraan yang erat

1387 Kata

Kiran merasa masih sangat lemas, setelah mandi ia memilih untuk berbaring diranjang dan mencoba memejamkan matanya, tapi tetap saja ia tidak bisa tidur. Sebenarnya ia sangat lapar tapi karena mual ia sangat sulit untuk memakan sesuatu. Terdengar suara langkah kaki yang datang mendekatinya membuatnya segera menatap kearah pintu. Handaru melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar bersama Marco dan ia duduk ditepi ranjang. "Mas minta aku memeriksa istri Mas, tapi kenapa Mas seolah menghalangi aku dengan duduk disana," Ucap Marco membuat Kiran terkekeh. "Oke, bilang kalau kamu langsung mau memeriksa Kiran, Marco!" Ucap Handaru. "Memangnya kenapa aku masuk kesini Mas kalau bukan memeriksa Kiran, kamu pikir aku mau melihat kemesraan kalian? Menyebalkan sekali kalian berdua," ucap Marco me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN