103 | Celoteh Kritis

1731 Kata

Bagaimana ini? Bahagiaku membuncah, tumpah-tumpah. . . Mars baru saja mempresentasikan arti nama anak-anaknya kepada Tania. Menurut Mars nama yang dia buat itu bagus, tetapi kenapa orang-orang termasuk Tania tidak sependapat? Dia ingin anak-anaknya punya ciri khas bahwa sekali orang mendengar namanya maka akan langsung tahu bahwa mereka anak Mars. Ah, apa Cely juga harus ganti nama? "Udah, stop!" tukas Tania. Mars akhiri presentasinya. Baiklah. "Kenapa nggak pake nama anak yang normal-normal aja, sih, Bang?" "Yang normal itu pasaran, Sayang." "Jadi, nama Cely pasaran?" "Maksud Abang ...." "Terserah, deh." Tania mencebik. Dia masih menyusui bayi nomor tiga; katanya dinamai Neptunus. Ya Salam .... Harus banget Neptunus? Pada zamannya memang elok nama itu, nama dewa Romawi. Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN