Aneh. Kamu siapa? Aku siapa? Penting memang untukku tahu kalian putus atau tidak? Kan, kita bukan siapa-siapa. . . "Nanti kalo Kakak menikah—" "Ih, Mami ... Kakak masih SMP." Tania terkekeh. "Iya, memang. Mami cuma mau bilang, menikahlah sama laki-laki yang cinta duluan sama Kakak. Bukan Kakak yang naksir dia duluan." "Emang kenapa?" Malah jadi tertarik dengan bahasan itu. Tiap melakukan pillow talk, ada saja hal nyerempet ke arah sana dari mami, padahal awalnya bukan bahas soal itu. "Karena kalau si laki-lakinya yang suka duluan sama kita, yang ngejer-ngejer kita, itu nanti kita diperlakukan dengan baik. Karena kita dicintai. Kita memilih dia yang mencintai kita, bukan kita yang mencintai dia. Logikanya ke situ, Kak. Meski nggak semua seperti itu, sih. Nggak bisa dipukul rata juga

