89. Hadiah

1005 Kata

Yurika sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya. Ia menarik napas panjang dan meregangkan leher, bersandar sejenak di kursi kerjanya. Dari ambang pintu ruang kerja divisinya, OB kantor muncul membawa sebuah buket bunga mawar putih yang besar, serta dua kantong besar berisi makanan dan minuman dalam kemasan cantik. “Maaf, Bu Yurika. Ini kiriman buat Ibu,” ucap sang OB ramah. Yurika spontan berdiri. Matanya membulat. Tangannya gemetar. Bunga. Lagi? Makanan? Minuman? Pikiran Yurika langsung melayang pada saat kiriman serupa datang dari Bagas, mantan kekasih yang kini justru makin gencar mengacau hidupnya. Wajah Yurika menegang. “Duh, boleh ditolak saja nggak sih?” Sang OB mengerutkan kening. “Tapi, Bu. Sepertinya ini dari orang spesial." Yurika merinding mendengarnya. Membayangkan tent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN