87. Halunya Makin Gila

1014 Kata

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi suasana di kantor pusat Candra Group sudah memanas seperti jam pulang kerja. Para staf saling berbisik, berbagi potongan kabar yang kian liar berkembang. "Aku dengar katanya dana CSR perusahaan mengalir ke rekening yang namanya nggak terdaftar di sistem keuangan," ujar salah satu staf di pantry kecil. "Katanya lagi, rekening itu milik iparnya Pak Bakti," sahut yang lain, bisik-bisik penuh rahasia. "Serius?!" "Ada yang lihat sendiri dokumennya kemarin lusa." Bisik-bisik itu meluas, menyelinap di antara lorong-lorong kaca dan ruang rapat. Dan seperti kabar yang menyebar liar, akhirnya sampai juga ke telinga orang yang paling tidak ingin mendengarnya—Malika. Di meja kerjanya, Malika menatap tajam layar ponselnya. Sebuah pesan dari salah satu r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN