Extra Part 2

1267 Kata

“Bunga untuk Dara-ku.” Dara menahan tawa ketika melihat buket yang diperuntukan baginya. “Terima kasih, Mas. Suka sekali.” Benar-benar tujuh macam bunga. Tidak menyeramkan kok, malah lucu dan bagus, ukurannya juga besar. Dara menahan tawa hanya karena teringat Johannes yang mengiriminya pesan penuh amarah, “Suami kamu bawa bunga sebesar harapan orangtua, kena ke wajah saya.” “Terpaksa harus satu mobil karena ada yang harus didiskusikan, tapi saya hampir mati mencium serbuk bunga.” “Yayahhhhhh!” “Hei, anak-anak Ayah.” Perhatian Jedidah seketika teralihkan pada sambutan anak-anak. Memangku dua balita itu dan membawanya ke tengah rumah. Sementara Dara meminta pelayan menyimpan buket itu, dia keluar rumah menemui Johannes yang tengah dibantu pelayan dibawakan tongkatnya. “Selamat datang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN