Dear Dara

2001 Kata

Dara mendengar penjelasan panjang lebar dari pemilik toko berlian di depannya, seorang pria tua yang menjelaskan setiap detail tentang berlian dengan penuh kebanggaan. Jedidah, di sisi lain, tidak banyak bicara—hanya sesekali mengangguk dan memberikan satu perintah tegas, "Saya mau yang terbaik." Dara masih terkejut dengan semua ini. Ketika akhirnya ditanya langsung, "Ingin berlian yang mana? Desain seperti apa?" Dara mengerjap, merasa tidak siap. Karena tidak enak hati dan masih bingung dengan semua ini, akhirnya ia hanya berucap, "Berlian ruby disimpan dulu, masalah desain, nanti aku atur lagi." Setelah itu, tatapannya langsung beralih pada Jedidah yang berdiri di dekatnya. "Ayok, kita harus rapat dulu. Nanti kita kesini lagi," ucapnya, berusaha mengalihkan diri dari situasi yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN