Extra Part 9

2139 Kata

Dara berbaring di atas ranjang dengan tubuh yang lemah. Keringat membasahi pelipisnya, rambut menempel di kening, dan napasnya sedikit berat. Meski demam membuat tubuhnya menggigil, meski pusing menyerang hingga pandangannya berkunang-kunang, Dara tetap tenang. Ia tidak panik—sudah terlalu sering hidupnya dihantam badai. Sakit seperti ini, dia pikir, bukan apa-apa. Bisa diatasi. Bisa dilewati. Namun yang tak bisa ia abaikan… adalah suara itu. Tangisan. Jeritan. Panggilan lirih yang berderai dari lantai bawah. “Bubu!! Moo Bubuuu!! Bubunaa anaa?! Bubuuuuuuuuu!!” Tangis Noah melengking, tangannya memukul-mukul udara, tubuhnya memberontak saat seseorang mencoba mengangkatnya. Suara kecil itu menyayat, membuat d**a Dara mencelos seketika. “Sayang, Bubumu lagi sakit, Nak…” suara Willem te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN