Sementara itu Hanie yang masih berada di dalam restoran hanya dapat menatap nanar kepergian Andri, pupus sudah harapannya untuk menjadi menantu dari pria itu. Sudah dapat dipastikan jika Andri tidak sudi lagi melihat dirinya untuk selamanya setelah melihat rekaman dirinya yang bergumul dengan banyak lelaki asing. Hanie lantas menghentikan air mata yang sebenarnya hanya pura-pura dan menatap garang Hendra dan beberapa orang pemuda yang tidak dia kenali. Dengan angkuh Hanie berjalan menuju ke arah Hendra lalu menunjuk pria itu dengan jari telunjuknya seraya berkata. "Heh, apa maksud lo mengumbar aib gua sama pria tua itu?'' Hendra yang melihatnya hanya tersenyum sinis, Hanie belum menyadari jika teman-temannya sudah merekam sejak tadi. Karena itu Hendra memulai provokasinya. "Gua cuma ma

