"Kamu dengar apa yang saya katakan, Bayu? Kalau dengar biarkan saja Yudis tenggelam dalam perasaan bersalahnya. Perusahaan lebih membutuhkan kamu yang lebih dapat berfikir jernih dibandingkan dengan pemiliknya sendiri." Rianti yang tadinya ingin beranjak tidur merasa tidak tenang dan merasa harus mendengarkan percakapan keduanya. Benar saja dugaannya jika Yudistira semakin dilanda perasaan bersalah. Karena itu Rianti memutuskan untuk mengeluarkan kalimat yang pedas dengan harapan Yudistira dapat bangkit dari rasa bersalahnya. Dia membaca beberapa buku mengenai penanganan kesehatan mental dan salah satunya adalah jangan merasa kasihan jika orang yang mengalami depresi masih terus mengingat kesalahannya pada masa lalu. Meski rasanya terlalu riskan untuk dicoba karena dapat memberikan efek

