"Mau apa lagi Papa datang ke mari?" tanya Rianti dengan memicingkan mata menatap tajam sang suami. "Sudah sakit seperti ini masih saja sombong," sahut Andri dengan sinis. "Setidaknya Mama mempertahankan apa yang menurut Mama benar," ucap Rianti dengan lantang. "Semakin besar kepala saja Mama." Yudistira yang melihat sang ayah sedang mengintimidasi sang ibu langsung menyalakan alarm peringatan di dalam otaknya. "Setidaknya Mama mau melihat mana yang benar dan yang salah. Nggak seperti Papa yang dibutakan oleh wanita nggak tahu malu itu." Sambar Yudistira saat melihat kesempatan untuk menyela perdebatan keduanya. "Apakah itu pantas diucapkan oleh seorang pria yang tadi menangis seperti anak balita yang kehilangan mainannya?" tanya Andri dengan sarkas. "Setidaknya aku berani mengakui

