Basah, Lengket

2394 Kata

“Apa? Gimana?” gumam Arunika nyaris memecah suasana sekretariat yang sebelumnya riuh oleh obrolan santai sore itu. Langit di luar jendela sudah mulai berubah warna, abu-abu gelap menggantung rendah seolah hujan hanya tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Udara terasa lebih lembap dari biasanya, dan angin yang masuk dari sela jendela membawa bau tanah yang samar, menambah kesan berat pada sore hari itu. Arunika berdiri di tengah ruangan, ponselnya masih tergenggam erat di tangan. Matanya menatap layar dengan tajam, seolah berharap tulisan itu berubah jika ia membaca ulang. Namun tidak. Kalimat itu tetap sama terasa resmi, dingin, dan tanpa kompromi. Jadwal Musyawarah Mahasiswa diundur satu bulan, dengan alasan audit lembaga digunakan. “Ini gimana sih mendadak gini? mereka gak punya pikiran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN