Sebelum Perpisahan

1981 Kata

Tidak pernah terlintas dalam benak Mahadewan, bahkan dalam bayangan terburuknya bahwa suatu hari ia akan berada dalam kondisi… digendong oleh Arunika. Kenangan itu datang seperti kilatan singkat yang memalukan, samar namun cukup jelas untuk membuat rahangnya mengeras setiap kali ia mengingatnya. Tubuhnya yang selama ini selalu tegak, selalu menjadi penopang bagi orang lain, justru pernah begitu lemah hingga harus disangga oleh perempuan yang… bahkan tidak ia beri ruang untuk benar-benar memahami dirinya. Memalukan sekali. Sialan… Sore itu, penthouse terasa lebih sunyi dari biasanya. Cahaya matahari yang mulai turun masuk melalui jendela besar, memantul lembut di lantai marmer, menciptakan bayangan panjang yang sepi. Mahadewan duduk di sofa ruang tengah, punggungnya bersandar, satu tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN