Nayanika sempat terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba tersenyum dan lantas tertawa, bahkan sampai memegangi perutnya sendiri. "Ya ampun, Mas. Mas percaya sama hasil tes begini?" ucap Nayanika sambil mengangkat selembar kertas di tangannya. "Ini tuh belum tentu bener. Ini pasti salah. Nggak mungkin hasilnya cocok, Mas!" imbuhnya sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala juga. Abi menghela napas. Tidak tahu apa yang membuat Nayanika begitu bersikukuh, untuk tidak mau mengaku. Tetapi ia yakin sekali, bila Nasya adalah anaknya. Hasil tes itupun tidak mungkin salah, karena dilakukan tidak dengan sembarangan. "Kalau memang salah. Apa kamu bisa katakan siapa ayahnya? Dimana tempat tinggal dan apa pekerjaannya. Saya akan temui dia dan pastikan sendiri, bila siapapun itu orangnya, dia adalah aya

