Ardito langsung menarik tanganku, dia terlihat begitu marah. Mungkin karena harga dirinya jadi terluka. Mengingat Alan yang akan membayar biaya rumah sakit ini. Aku hanya bisa tersenyum ketika melihat hal ini, padahal aku belum siap jika pada akhirnya jadi seperti ini. "Di mana tempat administrasinya?" tanya Ardito pada seorang suster. Kenapa Ardito menanyakan hal seperti itu pada seorang suster. Jangan bilang kalau dia akan memindahkan Kinar ketempat yang lebih buruk lagi. Aku tidak akan membiarkan hal itu akan terjadi. Hingga kini sudah sampai ditempat admistrasi. Ardito mengeluarkan dompetnya dan langsung bilang kepada seorang resepsionis itu. "Ini untuk bayar rumah sakit Kinar kamar 304. Pindahkan dia ketempat yang lebih layak." Aku terkejut dengan apa yang Ardito lakukan

