Melihat kearah jam tangan dan ternyata sudah siang. Lebih baik aku makan siang sekarang. Karena sepertinya cacing dalam perutku sudah memberontak. Lebih baik aku datang ketempat dimana aku bertemu dengan Gita waktu itu. Siapa tau saja aku bisa bertemu dengan Gita. Aku sendiri sambil menunggu pesananku. Lebih baik aku memainkan ponselku sekarang. "Ekhem." Tunggu, aku mendengar suara deheman orang yang ada di depan. Mataku melihat kearahnya dan ternyata itu adalah Ardito. "Ngapain kamu kesini?" Aku berkata ketus padanya karena kesal melihat dia yang ada ditempat ini. Kenapa juga dia bisa datang kesini. Jangan bilang kalau dia menguntitku. "Ini tempat makan Amira. Jadi wajar dong kalau aku kesini. Lagian tidak ada bangku yang kosong jadi mau tidak mau aku duduk disini." Aku melihat ke

