Eiji memang pria yang lembut dan perhatian, dia juga membantu merawat Alexa yang sebenarnya tidak sakit itu. “Ini cookies buatanku sendiri, semoga Anda suka!” kata Eiji sambil membawa toples kaca berisi cookies coklat di dalamnya. Alexa tersenyum sambil menerimanya. “Terimakasih. Jangan bilang kamu sengaja membuat ini untukku!” ujarnya. Eiji tertawa kecil, senyumnya manis dengan kedua mata sipitnya yang melengkung membentuk bulan sabit. “Anda bisa menebaknya, aku baru mau mengatakan itu!” katanya. Alexa menggeleng, tersenyum geli. Tak urung sikap terbuka Eiji pun sedikit menghiburnya. Namun ketika dia hendak mengambil satu cookies, bersamaan dengan itu pula Eiji juga mengulurkan tangannya, sehingga tanpa sengaja tangan mereka pun bertemu di lubang toples kaca itu. Sejenak keduanya

