Keesokan harinya … Suasana meja makan pagi ini terasa canggung, Widi melirik Darren yang mana lelaki itu juga terlihat tersenyum kaku pada Alexa. Sementara Youra makan dengan riangnya tanpa tahu masalah orang dewasa yang disebabkan olehnya semalam. “Eh, Sayang … bahumu baik-baik saja?” tanya Darren. Alexa mengerjap, dia menggerakkan bahunya sejenak kemudian mengangguk meski terlihat kaku. “Ng-nggak apa-apa!” jawabnya. Darren merapatkan bibirnya menahan tawa. Sebenarnya dia juga ingin tertawa, mengingat kejadian semalam, yang mana Youra melompat ke atas kasur dimana Alexa bersembunyi di bawah selimut. Alhasil bahunya kena injak dan pagi ini terasa sakit, katanya. Widi juga merasa tidak enak jadinya, dia khawatir jika bahu Alexa cedera. “Sayang, nanti kita cek ke dokter, ya. Mama taku

