Revan melempar senyum sinis begitu mendengar kalimat yang terucap dari mulut Darren, dia menggeleng tak percaya dengan kesungguhan lelaki itu. “Apa yang bisa jadi jaminan kalau kau tidak berbohong dan hanya ingin memanfaatkan adikku saja!” tukasnya. Darren mengerutkan kening. “Tolong jangan persulit kami, Revan. Jangan memperbesar masalah dengan melempar tuduhan itu padaku!” ucapnya dengan nada melunak. Revan tertawa begitu mendengar bagaimana Darren memanggilnya tanpa embel-embel apapun, dia juga bisa melihat jika bahkan usia Darren tak terpaut terlalu jauh dengannya. “Aku kagum dengan keberanian dan nyalimu datang kemari, tapi aku tidak akan percaya begitu saja–” “Aku melakukan ini juga atas nama putriku!” sela Darren. Revan terbungkam mendengarnya. “Kau punya anak?” tanyanya deng

