Tidak Lepas Tangan.

1112 Kata

Jauh di negeri matahari terbit, Alexa merasa gelisah memikirkan Darren. Dia tahu jika masalah yang dihadapi oleh kekasihnya itu lebih pelik dari yang diduga. “Tidak bisakah aku ke sana sebentar untuk melihat keadaannya, Bunda?” ucap Alexa. Hari ini dia mengunjungi Sekar, sengaja untuk berbicarakan tentang Darren. Sekar yang sedang menyulam pun tersenyum saja karenanya. “Bisa saja, tapi kalian bisa didiskualifikasi oleh Papamu!” ujar Sekar setengah bercanda. “Bunda, ih!” rajuk Alexa, gemas karena Sekar tidak menanggapinya dengan serius. “Kami bukan sedang bermain game, aku hanya ingin membantu saja. Bukankah jika masalahnya selesai nama baik Universitas Ryuzaki juga akan secepatnya pulih?!” tukasnya. Sekar meletakkan kain sulamannya kemudian menoleh pada Alexa. “Bukannya Bunda ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN