Alexa duduk di dekat jendela. Selagi pesawat mulai bergerak naik ke udara, dia melempar pandangannya ke bawah sana melihat pemandangan Tanah Air-nya untuk terakhir kali. Lalu pandangannya tertuju pada bandara yang baru saja ditinggalkannya. Matanya mengerjap ketika melihat para pengawal itu tampaknya sedang menghadang seseorang. “Itu ….“ Jantungnya berdenyut sakit menyadari adanya mobil lain yang sangat dikenalnya berada di sana, pikirannya pun langsung tertuju pada Darren. Seketika dia merasa khawatir, jika pria itu datang hendak menemuinya, tentunya anak buah Revan akan segera menghalanginya di depan lounge. Seiring dengan pesawat yang semakin naik meninggalkan landasan pacu, Alexa pun hanya bisa menangis lirih, melihat mobil-mobil hitam itu pergi meninggalkan bandara satu persatu dn

