Matthew Benen Alegra

1375 Kata

“Maaf, Tuan. Saya hanya sedang mencari suami saya. Terimakasih atas waktunya mengobrol dengan saya, saya harus permisi karena saya terburu-buru, Tuan…” ucap Sonya sembari beranjak berdiri, dengan wajah di buat tersenyum menatap kearah ketiga pria yang membuatnya bergidik merindik membayangkan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi seperti cerita-cerita yang pernah di dengarnya kala dirinya masih kecil dari orang-orang. Mendengar kalimat pamit terucap dari bibirnya membuat pria itu memasang wajah tegang dan sinis. “Kau takut dengan kami, hah? Kau pikir kami ini adalah pria sembarangan, yang suka mengobral cinta, begitu? Kau pikir kami adalah pengemis cinta, atau bagian dari pria penggoda agar dapat tidur bersama seorang gadis?!!” tatapan mata pria itu membuat Sonya menunduk dengan tangan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN