“Tapi, gue kaga boleh mengesampingkan adanya kemungkinan kecil. Manusia bisa saja khilaf karena hasutan setan. Sifat tamak manusia jika tidak di iringi dengan mental yang baik maka akan dengan gampang terseret kepada yang sesat…” Dewa mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu meraih ponselnya yang tadi dia lempar ke kursi samping, dengan susah payah akhirnya dia dapat meraih ponsel tersebut. Dewa menyalakan ponsel dan mencari sebuah nama yang tersimpan di ponselnya, dia menekan tombol panggil karena ingin memastikan sesuatu. Begitu panggilannya tersambung dengan sigap dia menyapa sang penerima di seberang. “Yogie! Lo dimana sekarang?” tanyanya tajam penuh selidik. “Saya, di kantor Tuan. Ada yang bisa saya bantu untuk Tuan Muda?” tanya penerima telpon di seberang yang ternyata Yogie asisten

