Haris bergaya seperti orang yang menolak mendapat tawaran promo menarik, hingga membuat sang istri kesal, senang dan gemas dalam sekaligus. Dia sangat menyukai tingkah sang suaminya sejak bulan madu mereka, semua tampak indah bak kehidupan rumah tangga yang sebenarnya, penuh cinta dan kasih sayang. “Jangan kemaruk Sayang, sini dech peluk dulu biar nyenyak bobonya, mimpi indah suamiku...” bisik Sonya memeluk sang suami erat. “Hmmm...kamu cape ya? Yaudah dech sambung besok pagi ya, dua ronde...” Haris terkekeh sendiri dengan permintaannya yang kelewatan terhadap sang istri. Akhirnya mereka terlelap, hingga sebuah ketukan pintu membangunkan Haris. “Room Service....” ucap suara lembut dari balik pintu, membuat Haris mengerutkan dahinya perlahan.

